📖 TARI RONGGENG IBING DALAM UPACARA HAJAT BUMI
Kajian Budaya di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis
📌 INTISARI KAJIAN
Inti dari tulisan ini adalah kajian mendalam mengenai pelestarian nilai budaya dan perubahan fungsi kesenian tradisional dalam masyarakat modern.
Secara lebih spesifik, kajian ini menguraikan poin-poin penting sebagai berikut:
1. TRANSFORMASI RITUAL
Tulisan ini menyoroti bagaimana upacara adat Hajat Bumi di Lakbok, Ciamis, bertransformasi dari ritual yang awalnya bersifat kental dengan hal mistis/keramat (tawassul) menjadi sebuah perayaan budaya dan pementasan seni. Perubahan ini dilakukan tanpa menghilangkan esensi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. TARI RONGGENG IBING SEBAGAI SIMBOL
Tarian ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan instrumen utama dalam upacara tersebut. Ia berfungsi sebagai simbol kegembiraan atas hasil panen yang melimpah sekaligus bentuk penghormatan terhadap sejarah lokal, termasuk kisah Dewi Samboja dan kejayaan masa lalu Kerajaan Banjar Patroman.
3. IDENTITAS DAN KEKAYAAN DAERAH
Penulis ingin menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan wisata alam, kekuatan budaya dapat menjadi identitas dan ikon kebanggaan. Penggunaan properti tradisional seperti jerami pada Wayang Kila dan tarian rakyat membuktikan bahwa seni lokal memiliki nilai yang sangat tinggi.
4. UPAYA DOKUMENTASI
Secara teknis, tulisan ini bertujuan mendokumentasikan struktur penyajian, koreografi, dan fungsi tarian tersebut agar tetap terjaga, terekam secara ilmiah, dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang serta kalangan akademisi.
KESIMPULAN
Singkatnya, tulisan ini membahas bagaimana seni Tari Ronggeng Ibing menjadi nyawa bagi upacara syukur masyarakat petani di Lakbok dalam menjaga keseimbangan antara Tradisi, Agama, dan Sejarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar